Apa yang terjadi Jika Kau Terhipnotis Isi Buku?

Beberapa hari yang lalu aku bersama dengan rekan di komunitas wedangjae menyelenggarakan workshop menulis bareng Gol A Gong. tema yang kami angkat saat itu adalah tentang menulis Travel Writer. Penyajian yang sangat praktis karena berasal dari pengalaman Gol A Gong membuat hati ini tertarik untuk memiliki buku Te-We ( baca : Travel Writer ). Ternyata rahasia kesuksesan Gol A Gong dengan novel Balada Si Roy adalah dari hasil petualangannya sendiri dalam berkelana lalu diwujudkan dalam karya yang mengangkat namanya tersebut.

Aku bersyukur karena buku How to Te-We yang ditulis oleh Gol A Gong menjadi milikki setelah Gong memberikannya sebagai hadiah ulangtahunku yang ke-30. Kulahap dalam dua hari isi buku itu. Membaca isinya hati ini terasa meletup untuk segera melakukan pengelanaan dan menuliskan pengalaman tersebut. Aku benar-benar terhipnotis oleh isi buku itu. Bagaimana tidak, aku menjadi keranjingan menuliskan kisah perjalanan ku yang telah kulalui. Handphone yang kumiliki dengan fasilitas kameranya aku gunakan untuk memotret apa saja yang kutemui di jalan. Majalah National Geographic Traveler segera kukoleksi untuk menjadi bahan contoh menuangkan tulisan traveler. Rubrik dalam surat kabar tentang jalan-jalan tak pernah kulewati tiap penerbitannya. Aku begitu terobsesi untuk menerbitkan buku kisah perjalananku di Belanda, New Zealand dan bahkan mungkin nanti di Athena, Yunani. Ah, benar-benar isi buku yang memberdayakan sehingga membuat aku terhipnotis untuk melakukan saran yang diberikan oleh Gol A Gong dalam buku ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s